‹
MN 120

Saṅkhārupapattisutta

Kelahiran Kembali karena Pilihan

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

Ilustrasi pendamping Majjhima Nikāya MN 120, dengan Bunbun dan kucingnya sebagai saksi
KENALI DUNIA MN 120

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Saṅkhārupapatti Sutta membahas bagaimana kehendak, kebajikan, dan arah batin membentuk kelahiran kembali. Sutta ini mengajak pembaca melihat bahwa cita-cita batin perlu disertai latihan yang sungguh-sungguh.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Buddha mengajar para bhikkhu tentang hubungan antara kualitas batin, niat, dan arah kehidupan berikutnya.

TOKOH

Para bhikkhu

Buddha mengajar para bhikkhu tentang hubungan antara kualitas batin, niat, dan arah kehidupan berikutnya.

TEMPAT

Sāvatthī

Latar pembabaran berada dalam suasana latihan yang menekankan tanggung jawab terhadap arah batin sendiri.

GAGASAN

Kehendak yang dibentuk latihan

Keinginan saja tidak cukup; arah batin menjadi kuat ketika ditopang oleh kebajikan, pengetahuan, kemurahan hati, dan kebijaksanaan.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Buddha menjelaskan cara mengembangkan batin agar tidak mudah ditembus oleh keadaan yang tidak bermanfaat. Seperti wadah yang telah diisi penuh tidak memberi ruang bagi benda lain untuk masuk, batin yang dikembangkan melalui kualitas-kualitas tertentu menjadi sulit dikuasai oleh keserakahan, kebencian dan kebodohan. Pembahasan membawa para bhikkhu kembali pada disiplin terhadap indra, perhatian dan pengembangan meditasi, menekankan bahwa perlindungan batin bukan dibangun setelah gangguan muncul saja, tetapi melalui latihan yang telah memenuhi dan membentuk batin sebelumnya.

mn120:13-16.1 Puna caparaṁ, bhikkhave, bhikkhu saddhāya samannāgato hoti, sīlena samannāgato hoti, sutena …

mn120:13-16.8 pañcasahasso brahmā dīghāyuko vaṇṇavā sukhabahuloti.

mn120:13-16.9 Pañcasahasso, bhikkhave, brahmā pañcasahassilokadhātuṁ pharitvā adhimuccitvā viharati.

mn120:13-16.10 Yepi tattha sattā upapannā tepi pharitvā adhimuccitvā viharati.

mn120:13-16.11 Seyyathāpi, bhikkhave, cakkhumā puriso pañca āmaṇḍāni hatthe karitvā paccavekkheyya;

mn120:13-16.12 evameva kho, bhikkhave, pañcasahasso brahmā pañcasahassilokadhātuṁ pharitvā adhimuccitvā viharati.

mn120:13-16.13 Yepi tattha sattā upapannā tepi pharitvā adhimuccitvā viharati.

mn120:13-16.15 ‘aho vatāhaṁ kāyassa bhedā paraṁ maraṇā pañcasahassassa brahmuno sahabyataṁ upapajjeyyan’ti.

mn120:13-16.16 So taṁ cittaṁ dahati, taṁ cittaṁ adhiṭṭhāti, taṁ cittaṁ bhāveti.

mn120:13-16.17 Tassa te saṅkhārā ca vihārā ca evaṁ bhāvitā evaṁ bahulīkatā tatrupapattiyā saṁvattanti.

mn120:13-16.18 Ayaṁ, bhikkhave, maggo ayaṁ paṭipadā tatrupapattiyā saṁvattati.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.