
Buddha
Buddha mengajar para bhikkhu tentang hubungan antara kualitas batin, niat, dan arah kehidupan berikutnya.
Kelahiran Kembali karena Pilihan

Saṅkhārupapatti Sutta membahas bagaimana kehendak, kebajikan, dan arah batin membentuk kelahiran kembali. Sutta ini mengajak pembaca melihat bahwa cita-cita batin perlu disertai latihan yang sungguh-sungguh.

Buddha mengajar para bhikkhu tentang hubungan antara kualitas batin, niat, dan arah kehidupan berikutnya.
Buddha mengajar para bhikkhu tentang hubungan antara kualitas batin, niat, dan arah kehidupan berikutnya.
Latar pembabaran berada dalam suasana latihan yang menekankan tanggung jawab terhadap arah batin sendiri.
Keinginan saja tidak cukup; arah batin menjadi kuat ketika ditopang oleh kebajikan, pengetahuan, kemurahan hati, dan kebijaksanaan.
Buddha menjelaskan cara mengembangkan batin agar tidak mudah ditembus oleh keadaan yang tidak bermanfaat. Seperti wadah yang telah diisi penuh tidak memberi ruang bagi benda lain untuk masuk, batin yang dikembangkan melalui kualitas-kualitas tertentu menjadi sulit dikuasai oleh keserakahan, kebencian dan kebodohan. Pembahasan membawa para bhikkhu kembali pada disiplin terhadap indra, perhatian dan pengembangan meditasi, menekankan bahwa perlindungan batin bukan dibangun setelah gangguan muncul saja, tetapi melalui latihan yang telah memenuhi dan membentuk batin sebelumnya.
mn120:17.1 Furthermore, take a mendicant who has faith, ethics, learning, generosity, and wisdom.
mn120:17.4 And they’ve heard:
mn120:17.5 ‘The Divinity of ten thousand is long-lived, beautiful, and very happy.’
mn120:17.6 Now the Divinity of ten thousand meditates focused on pervading a ten-thousandfold galaxy,
mn120:17.7 as well as the sentient beings reborn there.
mn120:17.8 Suppose there was a beryl gem that was naturally lustrous, eight-faceted, well-worked. When placed on a cream rug it would shine and glow and dazzle.
mn120:17.9 In the same way the Divinity of ten thousand meditates focused on pervading a ten-thousandfold galaxy,
mn120:17.10 as well as the sentient beings reborn there.
mn120:17.11 They think:
mn120:17.12 ‘If only, when my body breaks up, after death, I would be reborn in the company of the Divinity of ten thousand!’
mn120:17.13 They settle on that thought, stabilize it, and develop it.
mn120:17.14 Those choices and meditations of theirs, developed and cultivated like this, lead to rebirth there.
mn120:17.15 This is the path and the practice that leads to rebirth there.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.