‹
MN 11

Cūḷasīhanādasutta

Khotbah Singkat tentang Raungan Singa

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 11

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Cūḷasīhanāda Sutta adalah auman singa keyakinan Buddha: hanya dalam ajarannya sendiri terdapat empat jenis petapa sejati, berbeda dari pandangan aliran-aliran petapa lain pada masa itu.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang menyatakan dengan penuh keyakinan bahwa hanya dalam ajarannya ditemukan empat jenis petapa sejati.

Jetavana di Sāvatthī
TEMPAT

Jetavana

Wihara di Sāvatthī, tempat Buddha menyampaikan auman singa ini kepada para bhikkhu.

KONSEP

Auman singa keyakinan

Buddha menegaskan bahwa landasan pernyataannya adalah pemahaman benar tentang pandangan tentang diri, bukan sekadar klaim tanpa dasar.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Buddha berbicara kepada para bhikkhu setelah beberapa pengikut meninggalkan ajaran dan kembali kepada guru-guru lain. Ia membandingkan berbagai klaim para petapa tentang pengetahuan dan pembebasan, lalu menunjukkan hal-hal yang membedakan ajaran seorang Tathāgata. Pembahasan bergerak dari keyakinan dan praktik menuju pemahaman tentang kemelekatan, asal-usulnya, lenyapnya, serta jalan menuju lenyapnya. Dengan rangkaian penjelasan itu Buddha memperlihatkan mengapa pembebasan tidak cukup hanya dinyatakan, tetapi harus lahir dari pemahaman langsung terhadap pengalaman.

mn11:17.1 Akan tetapi, para bhikkhu, ketika seorang bhikkhu telah meninggalkan ketidaktahuan dan pengetahuan telah muncul, maka dengan lenyapnya ketidaktahuan dan munculnya pengetahuan itu, ia tidak lagi melekat pada kemelekatan terhadap kenikmatan indria, tidak melekat pada pandangan-pandangan, tidak melekat pada aturan dan praktik, dan tidak melekat pada doktrin tentang diri.

mn11:17.2 Karena tidak melekat, ia tidak menjadi cemas. Karena tidak cemas, ia secara pribadi mencapai padamnya (nibbāna) dalam dirinya sendiri.

mn11:17.3 Ia memahami: ‘Kelahiran telah berakhir, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi yang tersisa untuk kehidupan ini.’”

mn11:17.4 Demikianlah Sang Bhagavā mengucapkan ajaran ini.

mn11:17.5 Dengan gembira, para bhikkhu itu menyambut baik apa yang dikatakan oleh Sang Bhagavā.

mn11:17.6 Selesailah Cūḷasīhanādasutta, yang pertama.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.