
Buddha
Buddha mengajar para bhikkhu agar tubuh menjadi objek latihan yang jernih, bukan sumber kemelekatan.
Khotbah tentang Perhatian pada Tubuh

Kāyagatāsati Sutta mengajarkan perhatian yang mendalam terhadap tubuh. Tubuh tidak dilihat sebagai milik untuk dibanggakan, tetapi sebagai medan latihan untuk menumbuhkan kejernihan.

Buddha mengajar para bhikkhu agar tubuh menjadi objek latihan yang jernih, bukan sumber kemelekatan.
Buddha mengajar para bhikkhu agar tubuh menjadi objek latihan yang jernih, bukan sumber kemelekatan.
Sutta ini berlatar komunitas monastik yang menekankan praktik langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan memperhatikan tubuh secara benar, seseorang belajar melihat pengalaman secara tenang, stabil, dan tidak melekat.
Buddha mengajarkan perhatian yang diarahkan pada tubuh secara menyeluruh. Latihan dimulai dari napas, postur, aktivitas sehari-hari, bagian-bagian tubuh, unsur-unsur dan perenungan terhadap mayat dalam berbagai tahap pembusukan. Ia kemudian memasukkan empat jhāna, masing-masing diterangkan dengan perumpamaan jasmani yang kuat tentang bagaimana kegembiraan, kebahagiaan dan kejernihan memenuhi seluruh tubuh. Ketika perhatian pada tubuh dikembangkan dan sering dilatih, Māra sulit memperoleh pijakan. Buddha menutup dengan daftar manfaat luas, dari kemampuan menanggung rasa tidak nyaman sampai pencapaian pengetahuan langsung dan pembebasan.
mn119:20.1 Furthermore, with the fading away of rapture, a mendicant enters and remains in the third absorption. They meditate with equanimity, mindful and aware, experiencing for themselves the bliss of which the noble ones declare, ‘Equanimous and mindful, one meditates in bliss.’
mn119:20.2 They drench, steep, fill, and spread themselves with bliss free of rapture. There’s no part of the body that’s not spread with bliss free of rapture.
mn119:20.3 It’s like a pool with blue water lilies, or pink or white lotuses. Some of them sprout and grow in the water without rising above it, thriving underwater. From the tip to the root they’re drenched, steeped, filled, and soaked with cool water. There’s no part of them that’s not soaked with cool water.
mn119:20.4 In the same way, a mendicant drenches, steeps, fills, and spreads themselves with bliss free of rapture. There’s no part of the body that’s not spread with bliss free of rapture.
mn119:20.6 That too is how a mendicant develops mindfulness of the body.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.