‹
MN 118

Ānāpānassatisutta

Khotbah tentang Perhatian Penuh pada Pernapasan

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

Ilustrasi pendamping Majjhima Nikāya MN 118, dengan Bunbun dan kucingnya sebagai saksi
KENALI DUNIA MN 118

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Ānāpānasati Sutta adalah salah satu ajaran penting tentang perhatian pada napas. Dari napas yang sederhana, latihan ini berkembang menuju perhatian penuh, faktor pencerahan, pengetahuan sejati, dan pembebasan.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Sutta ini menampilkan pertemuan besar para bhikkhu dengan banyak murid utama yang hadir dalam komunitas latihan.

Potret Ānanda
TOKOH

Ānanda

Sutta ini menampilkan pertemuan besar para bhikkhu dengan banyak murid utama yang hadir dalam komunitas latihan.

Potret Sāriputta
TOKOH

Sāriputta

Sutta ini menampilkan pertemuan besar para bhikkhu dengan banyak murid utama yang hadir dalam komunitas latihan.

TOKOH

Para murid utama

Sutta ini menampilkan pertemuan besar para bhikkhu dengan banyak murid utama yang hadir dalam komunitas latihan.

TEMPAT

Pubbārāma di Sāvatthī

Latar sutta berada di Pubbārāma, tempat yang berhubungan dengan Migāramātā dan banyak pembabaran penting.

GAGASAN

Napas sebagai pintu pembebasan

Perhatian pada napas bukan sekadar teknik menenangkan diri, tetapi jalan yang menumbuhkan perhatian penuh dan pembebasan.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Pada malam bulan purnama setelah Pavāraṇā, Buddha duduk dikelilingi komunitas bhikkhu dan memuji latihan yang sedang berkembang di antara mereka. Ia kemudian menjelaskan perhatian pada pernapasan melalui enam belas langkah: mengenali napas panjang dan pendek, mengalami seluruh tubuh, menenangkan aktivitas tubuh, mengalami sukacita dan kebahagiaan, mengenali serta menenangkan aktivitas batin, mengalami dan menstabilkan pikiran, lalu merenungkan ketidakkekalan, peluruhan, penghentian dan pelepasan. Enam belas langkah itu kemudian dihubungkan dengan empat landasan perhatian penuh, tujuh faktor pencerahan, dan akhirnya pengetahuan serta pembebasan.

mn118:1.2 At one time the Buddha was staying near Sāvatthī in the stilt longhouse of Migāra’s mother in the Eastern Monastery, together with several well-known senior disciples, such as

mn118:1.3 the venerables Sāriputta, Mahāmoggallāna, Mahākassapa, Mahākaccāna, Mahākoṭṭhita, Mahākappina, Mahācunda, Anuruddha, Revata, Ānanda, and others.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.