‹
MN 117

Mahācattārīsakasutta

Khotbah Agung tentang Empat Puluh

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

Ilustrasi pendamping Majjhima Nikāya MN 117, dengan Bunbun dan kucingnya sebagai saksi
KENALI DUNIA MN 117

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Mahācattārīsaka Sutta menjelaskan konsentrasi benar yang mulia beserta faktor-faktor pendukungnya. Sutta ini menempatkan pandangan benar sebagai arah awal yang menuntun seluruh jalan latihan.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Buddha mengajar para bhikkhu tentang struktur Jalan Mulia Berunsur Delapan secara mendalam.

TOKOH

Para bhikkhu

Buddha mengajar para bhikkhu tentang struktur Jalan Mulia Berunsur Delapan secara mendalam.

TEMPAT

Sāvatthī

Latar pembabaran berada dalam lingkungan latihan yang menekankan keterpaduan jalan, bukan latihan yang terpisah-pisah.

GAGASAN

Pandangan benar sebagai penuntun

Jalan latihan berjalan utuh ketika pandangan benar menuntun ucapan, tindakan, usaha, perhatian, dan konsentrasi.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Buddha menguraikan ‘Empat Puluh Besar’ dengan menempatkan pandangan benar sebagai pemimpin Jalan Mulia. Ia membedakan pandangan benar duniawi—yang mengakui tindakan dan akibatnya—dari pandangan benar mulia yang menjadi bagian jalan pembebasan. Pola yang sama diterapkan pada niat, ucapan, tindakan dan penghidupan benar. Buddha menunjukkan bagaimana pandangan benar, usaha benar dan perhatian benar bekerja bersama untuk meninggalkan faktor yang salah dan mengembangkan faktor yang benar. Tujuh faktor pertama kemudian menjadi landasan konsentrasi benar, sehingga Jalan Berunsur Delapan terlihat sebagai sistem yang saling menopang, bukan delapan latihan terpisah.

mn117:35.1 Dalam konteks ini, para bhikkhu, pandangan benar adalah yang terdepan.

mn117:35.2 Dan bagaimanakah, para bhikkhu, pandangan benar menjadi yang terdepan?

mn117:35.3 Bagi seseorang yang memiliki pandangan benar, para bhikkhu, pandangan salah telah dilenyapkan.

mn117:35.4 Dan banyak kualitas buruk dan tidak terampil yang muncul karena pandangan salah—semuanya itu telah dilenyapkan baginya.

mn117:35.5 Dengan kebenaran pandangan sebagai sebab, banyak kualitas-kualitas bermanfaat mencapai pemenuhan penuh dalam pengembangan.

mn117:35.6 Bagi seorang yang memiliki kebenaran tujuan, para bhikkhu, tujuan yang salah menjadi teratasi. …

mn117:35.7 Bagi seorang yang memiliki kebenaran ucapan, para bhikkhu, ucapan yang salah menjadi teratasi. …

mn117:35.8 Bagi seorang yang memiliki kebenaran perbuatan, para bhikkhu, perbuatan yang salah menjadi teratasi. …

mn117:35.9 Bagi seorang yang memiliki kebenaran penghidupan, para bhikkhu, penghidupan yang salah menjadi teratasi. …

mn117:35.10 Para bhikkhu, bagi seorang yang memiliki usaha benar, usaha salah menjadi usang. …

mn117:35.11 Para bhikkhu, bagi seorang yang memiliki perhatian benar, perhatian salah menjadi usang. …

mn117:35.12 Para bhikkhu, bagi seorang yang memiliki konsentrasi benar, konsentrasi salah menjadi usang. …

mn117:35.13 Para bhikkhu, bagi seorang yang memiliki pengetahuan benar, pengetahuan salah menjadi usang. …

mn117:35.14 Para bhikkhu, bagi seorang yang memiliki kebebasan benar, kebebasan salah menjadi usang.

mn117:35.15 Dan berbagai kualitas buruk yang tidak terampil yang muncul karena kebebasan yang salah telah terhapuskan.

mn117:35.16 Dan karena kebebasan yang benar, berbagai kualitas terampil mencapai pemenuhan pengembangan.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.