
Buddha
Buddha mengajar para bhikkhu tentang struktur Jalan Mulia Berunsur Delapan secara mendalam.
Khotbah Agung tentang Empat Puluh

Mahācattārīsaka Sutta menjelaskan konsentrasi benar yang mulia beserta faktor-faktor pendukungnya. Sutta ini menempatkan pandangan benar sebagai arah awal yang menuntun seluruh jalan latihan.

Buddha mengajar para bhikkhu tentang struktur Jalan Mulia Berunsur Delapan secara mendalam.
Buddha mengajar para bhikkhu tentang struktur Jalan Mulia Berunsur Delapan secara mendalam.
Latar pembabaran berada dalam lingkungan latihan yang menekankan keterpaduan jalan, bukan latihan yang terpisah-pisah.
Jalan latihan berjalan utuh ketika pandangan benar menuntun ucapan, tindakan, usaha, perhatian, dan konsentrasi.
Buddha menguraikan ‘Empat Puluh Besar’ dengan menempatkan pandangan benar sebagai pemimpin Jalan Mulia. Ia membedakan pandangan benar duniawi—yang mengakui tindakan dan akibatnya—dari pandangan benar mulia yang menjadi bagian jalan pembebasan. Pola yang sama diterapkan pada niat, ucapan, tindakan dan penghidupan benar. Buddha menunjukkan bagaimana pandangan benar, usaha benar dan perhatian benar bekerja bersama untuk meninggalkan faktor yang salah dan mengembangkan faktor yang benar. Tujuh faktor pertama kemudian menjadi landasan konsentrasi benar, sehingga Jalan Berunsur Delapan terlihat sebagai sistem yang saling menopang, bukan delapan latihan terpisah.
mn117:33.1 They make an effort to give up wrong livelihood and embrace right livelihood: that’s their right effort.
mn117:33.2 Mindfully they give up wrong livelihood and take up right livelihood: that’s their right mindfulness.
mn117:33.3 So these three things keep running and circling around right livelihood, namely: right view, right effort, and right mindfulness.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.