
Buddha
Ānanda hadir sebagai murid yang menerima ajaran tentang keluasan pemahaman Dhamma.
Khotbah tentang Banyak Unsur

Bahudhātuka Sutta mengajak pembaca melihat kenyataan melalui unsur, landasan indra, sebab-akibat, dan kemungkinan yang masuk akal. Ini adalah sutta tentang kejernihan memahami struktur pengalaman.

Ānanda hadir sebagai murid yang menerima ajaran tentang keluasan pemahaman Dhamma.

Ānanda hadir sebagai murid yang menerima ajaran tentang keluasan pemahaman Dhamma.
Pembabaran berlangsung di lingkungan ajaran yang menekankan pemahaman sistematis terhadap pengalaman.
Kebijaksanaan berarti mengetahui unsur-unsur pengalaman, hubungan sebab-akibat, dan mana yang mungkin atau tidak mungkin terjadi.
Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu berbagai hal yang tidak mungkin dan mungkin terjadi bagi seseorang yang memiliki pandangan benar. Seorang siswa yang telah melihat Dhamma tidak mungkin menganggap sesuatu yang berkondisi sebagai kekal, sesuatu yang merupakan penderitaan sebagai kebahagiaan mutlak, atau apa yang bukan diri sebagai diri. Ia juga tidak mungkin melakukan sejumlah tindakan berat tertentu atau mencari guru lain sebagai perlindungan tertinggi. Daftar tersebut kemudian disejajarkan dengan apa yang mungkin dilakukan orang biasa yang belum memperoleh pandangan benar, memperlihatkan perubahan mendasar yang terjadi ketika pemahaman Dhamma telah menembus cara seseorang melihat dunia.
mn115:2.1 “Yāni kānici, bhikkhave, bhayāni uppajjanti sabbāni tāni bālato uppajjanti, no paṇḍitato;
mn115:2.2 ye keci upaddavā uppajjanti sabbe te bālato uppajjanti, no paṇḍitato;
mn115:2.3 ye keci upasaggā uppajjanti sabbe te bālato uppajjanti, no paṇḍitato.
mn115:2.4 Seyyathāpi, bhikkhave, naḷāgārā vā tiṇāgārā vā aggi mutto kūṭāgārānipi dahati ullittāvalittāni nivātāni phusitaggaḷāni pihitavātapānāni;
mn115:2.5 evameva kho, bhikkhave, yāni kānici bhayāni uppajjanti sabbāni tāni bālato uppajjanti, no paṇḍitato;
mn115:2.6 ye keci upaddavā uppajjanti sabbe te bālato uppajjanti, no paṇḍitato;
mn115:2.7 ye keci upasaggā uppajjanti sabbe te bālato uppajjanti, no paṇḍitato.
mn115:2.8 Iti kho, bhikkhave, sappaṭibhayo bālo, appaṭibhayo paṇḍito;
mn115:2.9 saupaddavo bālo, anupaddavo paṇḍito;
mn115:2.10 saupasaggo bālo, anupasaggo paṇḍito.
mn115:2.11 Natthi, bhikkhave, paṇḍitato bhayaṁ, natthi paṇḍitato upaddavo, natthi paṇḍitato upasaggo.
mn115:2.12 Tasmātiha, bhikkhave, ‘paṇḍitā bhavissāma vīmaṁsakā’ti—
mn115:2.13 evañhi vo, bhikkhave, sikkhitabban”ti.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.