
Buddha
Buddha memberi prinsip utama, sementara Sāriputta menguraikan penerapannya dalam kehidupan latihan.
Sutta tentang Apa yang Harus dan Tidak Harus Dilatih

Sevitabbāsevitabba Sutta mengajarkan apa yang layak didekati dan apa yang sebaiknya dihindari. Sutta ini membantu pembaca menilai pilihan hidup dari akibatnya terhadap batin.

Buddha memberi prinsip utama, sementara Sāriputta menguraikan penerapannya dalam kehidupan latihan.

Buddha memberi prinsip utama, sementara Sāriputta menguraikan penerapannya dalam kehidupan latihan.
Latar pembabaran berada dalam komunitas yang sedang belajar memilah kebiasaan, pergaulan, dan keadaan batin.
Ukuran utama dalam memilih sesuatu adalah apakah ia menambah kualitas baik atau justru memperkuat kekotoran batin.
Buddha menjelaskan bahwa tidak semua hal patut dikembangkan hanya karena terasa menyenangkan, dan tidak semua hal harus ditinggalkan hanya karena terasa tidak menyenangkan. Tubuh, ucapan, pikiran, cara memperoleh sesuatu, persepsi, pandangan dan individualitas perlu dinilai dari akibatnya: apakah kualitas bermanfaat bertambah dan kualitas tidak bermanfaat berkurang, atau sebaliknya. Sāriputta kemudian menguraikan ajaran itu lebih rinci dengan contoh-contoh. Ukuran praktik menjadi sangat praktis—bukan selera pribadi, tetapi arah perubahan batin dan akibat yang ditimbulkan.
mn114:16.1 Kathaṁrūpaṁ, sāriputta, kāyasamācāraṁ sevato akusalā dhammā parihāyanti, kusalā dhammā abhivaḍḍhanti?
mn114:16.2 Idha, sāriputta, ekacco pāṇātipātaṁ pahāya pāṇātipātā paṭivirato hoti nihitadaṇḍo nihitasattho, lajjī dayāpanno sabbapāṇabhūtahitānukampī viharati;
mn114:16.3 adinnādānaṁ pahāya adinnādānā paṭivirato hoti, yaṁ taṁ parassa paravittūpakaraṇaṁ gāmagataṁ vā araññagataṁ vā taṁ nādinnaṁ theyyasaṅkhātaṁ ādātā hoti;
mn114:16.4 kāmesumicchācāraṁ pahāya kāmesumicchācārā paṭivirato hoti, yā tā māturakkhitā piturakkhitā mātāpiturakkhitā bhāturakkhitā bhaginirakkhitā ñātirakkhitā gottarakkhitā dhammarakkhitā sassāmikā saparidaṇḍā antamaso mālāguḷaparikkhittāpi tathārūpāsu na cārittaṁ āpajjitā hoti—
mn114:16.5 evarūpaṁ, sāriputta, kāyasamācāraṁ sevato akusalā dhammā parihāyanti, kusalā dhammā abhivaḍḍhanti.
mn114:16.6 ‘Kāyasamācārampāhaṁ, bhikkhave, duvidhena vadāmi—
mn114:16.7 sevitabbampi, asevitabbampi;
mn114:16.8 tañca aññamaññaṁ kāyasamācāran’ti—
mn114:16.9 iti yaṁ taṁ vuttaṁ mayā idametaṁ paṭicca vuttaṁ.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.