
Buddha
Buddha memberi prinsip utama, sementara Sāriputta menguraikan penerapannya dalam kehidupan latihan.
Sutta tentang Apa yang Harus dan Tidak Harus Dilatih

Sevitabbāsevitabba Sutta mengajarkan apa yang layak didekati dan apa yang sebaiknya dihindari. Sutta ini membantu pembaca menilai pilihan hidup dari akibatnya terhadap batin.

Buddha memberi prinsip utama, sementara Sāriputta menguraikan penerapannya dalam kehidupan latihan.

Buddha memberi prinsip utama, sementara Sāriputta menguraikan penerapannya dalam kehidupan latihan.
Latar pembabaran berada dalam komunitas yang sedang belajar memilah kebiasaan, pergaulan, dan keadaan batin.
Ukuran utama dalam memilih sesuatu adalah apakah ia menambah kualitas baik atau justru memperkuat kekotoran batin.
Buddha menjelaskan bahwa tidak semua hal patut dikembangkan hanya karena terasa menyenangkan, dan tidak semua hal harus ditinggalkan hanya karena terasa tidak menyenangkan. Tubuh, ucapan, pikiran, cara memperoleh sesuatu, persepsi, pandangan dan individualitas perlu dinilai dari akibatnya: apakah kualitas bermanfaat bertambah dan kualitas tidak bermanfaat berkurang, atau sebaliknya. Sāriputta kemudian menguraikan ajaran itu lebih rinci dengan contoh-contoh. Ukuran praktik menjadi sangat praktis—bukan selera pribadi, tetapi arah perubahan batin dan akibat yang ditimbulkan.
mn114:39.1 Sāriputta, Aku mengatakan bahwa ada dua jenis jubah—
mn114:39.2 yang seharusnya digunakan dan yang seharusnya tidak digunakan …
mn114:39.3 Aku katakan, Sāriputta, ada dua jenis makanan derma …
mn114:39.4 Aku katakan, Sāriputta, ada dua jenis tempat tinggal …
mn114:39.5 Desa, Sāriputta …
mn114:39.6 Kota kecil, Sāriputta …
mn114:39.7 Kota besar, Sāriputta …
mn114:39.8 Negeri, Sāriputta …
mn114:39.9 Seseorang, Sāriputta, Kuajarkan dalam dua cara—
mn114:39.10 yang seharusnya engkau kembangkan, dan yang seharusnya tidak engkau kembangkan.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.