
Buddha
Guru yang membedakan ciri orang yang benar dan tidak benar melalui perilaku nyata.
Khotbah Pendek tentang Malam Purnama

Buddha membedakan orang yang tidak benar dan orang yang benar melalui tindakan tubuh, ucapan, pikiran, pandangan, niat, dan perilaku. Sutta ini menjadi cermin praktis untuk melihat kualitas hidup seseorang. Inilah Cūḷapuṇṇama Sutta.

Guru yang membedakan ciri orang yang benar dan tidak benar melalui perilaku nyata.
Pendengar yang diajak memeriksa kualitas seseorang dari tubuh, ucapan, pikiran, dan pandangan.
Kota tempat ajaran tentang orang benar dan tidak benar ini dibabarkan.
Seseorang tidak dinilai dari klaim luar, tetapi dari tindakan, ucapan, pikiran, pandangan, dan tujuan hidupnya.
Buddha membandingkan orang yang tidak berintegritas dengan orang yang berintegritas. Orang yang tidak baik mengenali sesamanya, berpikir, berbicara, bertindak dan memegang pandangan dengan cara yang tidak baik; akibatnya arah kehidupannya pun mengikuti kualitas tersebut. Sebaliknya, orang yang baik dapat dikenali dari hubungan yang dipilih, cara berpikir, ucapan, tindakan dan pandangannya. Sutta menyusun kedua tipe secara berpasangan sehingga ukuran karakter tidak bergantung pada penampilan atau pengakuan diri. Apa yang seseorang lakukan secara konsisten memperlihatkan siapa yang sedang ia bentuk.
mn110:24.1 That true person—who has such good qualities, is devoted to true persons, and has the intentions, counsel, speech, actions, views, and giving of a true person—
mn110:24.2 when their body breaks up, after death, is reborn in the place where true persons are reborn.
mn110:24.3 And what is the place where true persons are reborn?
mn110:24.4 A state of greatness among gods or humans.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.