‹
MN 10

Satipaṭṭhānasutta

Khotbah tentang Penegakan Perhatian

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 10

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Di negeri suku Kuru, Buddha mengajarkan Satipaṭṭhāna Sutta: satu-satunya jalan menuju kemurnian batin, yaitu memperhatikan tubuh, perasaan, pikiran, dan fenomena batin dengan penuh kesadaran.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang mengajarkan empat landasan perhatian penuh kepada para bhikkhu di negeri suku Kuru.

TEMPAT

Kammāsadamma

Kota kecil di negeri suku Kuru, tempat Buddha menyampaikan ajaran tentang empat landasan perhatian penuh.

KONSEP

Empat landasan perhatian penuh

Mengamati tubuh, perasaan, pikiran, dan objek pikiran apa adanya, tekun dan jernih, tanpa keserakahan maupun kesedihan terhadap dunia.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Buddha menyatakan kepada para bhikkhu satu jalan langsung untuk pemurnian, mengatasi kesedihan dan ratapan, mengakhiri penderitaan, dan merealisasikan Nibbāna: empat landasan perhatian penuh. Ia kemudian membawa pendengar melalui latihan secara bertahap—mengamati tubuh melalui napas, postur dan berbagai perenungan tubuh; mengamati perasaan sebagai menyenangkan, menyakitkan atau netral; mengenali keadaan batin sebagaimana adanya; lalu mengamati kualitas-kualitas Dhamma seperti lima rintangan, kelompok-kelompok kemelekatan, landasan indra, faktor pencerahan dan Empat Kebenaran Mulia. Sutta ditutup dengan penegasan tentang buah besar dari pengembangan perhatian penuh yang tekun.

mn10:42.1 Furthermore, a mendicant meditates by observing an aspect of principles with respect to the seven awakening factors.

mn10:42.2 And how does a mendicant meditate observing an aspect of principles with respect to the seven awakening factors?

mn10:42.3 It’s when a mendicant who has the awakening factor of mindfulness in them understands: ‘I have the awakening factor of mindfulness in me.’ When they don’t have the awakening factor of mindfulness in them, they understand: ‘I don’t have the awakening factor of mindfulness in me.’ They understand how the awakening factor of mindfulness that has not arisen comes to arise; and how the awakening factor of mindfulness that has arisen becomes fully developed.

mn10:42.4 When they have the awakening factor of investigation of principles …

mn10:42.9 equanimity in them, they understand: ‘I have the awakening factor of equanimity in me.’ When they don’t have the awakening factor of equanimity in them, they understand: ‘I don’t have the awakening factor of equanimity in me.’ They understand how the awakening factor of equanimity that has not arisen comes to arise; and how the awakening factor of equanimity that has arisen becomes fully developed.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.