
Buddha
Guru yang menjelaskan lima kelompok unsur kehidupan dan cara melihatnya dengan benar.
Khotbah Panjang tentang Malam Bulan Purnama

Pada malam bulan purnama, seorang bhikkhu mengajukan pertanyaan tentang lima kelompok unsur kehidupan. Buddha menjelaskan bagaimana bentuk, perasaan, persepsi, bentukan, dan kesadaran harus dilihat sebagai bukan milik, bukan aku, dan bukan diri. Inilah Mahāpuṇṇama Sutta.

Guru yang menjelaskan lima kelompok unsur kehidupan dan cara melihatnya dengan benar.
Penanya yang membuka rangkaian pertanyaan tentang lima kelompok unsur kehidupan.
Kota tempat pembabaran pada malam bulan purnama ini berlangsung.
Bentuk, perasaan, persepsi, bentukan, dan kesadaran tidak layak dianggap sebagai aku atau milikku.
Pada malam bulan purnama, seorang bhikkhu mengajukan pertanyaan kepada Buddha tentang lima kelompok kemelekatan: apa akarnya, bagaimana kemelekatan berhubungan dengan kelompok-kelompok itu, dan bagaimana pandangan tentang diri muncul. Buddha menjelaskan bentuk, perasaan, persepsi, bentukan dan kesadaran serta bagaimana keinginan dan kemelekatan mengikat seseorang padanya. Ketika seorang bhikkhu salah menyimpulkan bahwa bila semuanya bukan diri maka tidak ada pelaku yang menerima akibat perbuatan, Buddha mengoreksi jalan pikir itu. Uraian diarahkan pada pengamatan setiap kelompok sebagai bukan milikku, bukan aku dan bukan diriku, sampai pelepasan menggantikan kemelekatan.
“Ko nu kho, bhante, hetu ko paccayo rūpakkhandhassa paññāpanāya?
“Apakah sebabnya, Bhante, apakah alasannya sehingga kelompok bentuk dapat ditetapkan?
Ko hetu ko paccayo vedanākkhandhassa paññāpanāya?
Apakah sebabnya, apakah alasannya sehingga kelompok perasaan dapat ditetapkan?
Ko hetu ko paccayo saññākkhandhassa paññāpanāya?
Apakah sebabnya, apakah alasannya sehingga kelompok persepsi dapat ditetapkan?
Ko hetu ko paccayo saṅkhārakkhandhassa paññāpanāya?
Apakah sebabnya, apakah alasannya sehingga kelompok bentukan-bentukan mental dapat ditetapkan?
Ko hetu ko paccayo viññāṇakkhandhassa paññāpanāyā”ti?
Apakah sebab, apakah kondisi bagi munculnya kesadaran?”
“Cattāro kho, bhikkhu, mahābhūtā hetu, cattāro mahābhūtā paccayo rūpakkhandhassa paññāpanāya.
“Empat unsur utama, bhikkhu, adalah sebab, empat unsur utama adalah kondisi bagi munculnya kelompok bentuk.
Phasso hetu, phasso paccayo vedanākkhandhassa paññāpanāya.
Kontak adalah sebab, kontak adalah kondisi bagi munculnya kelompok perasaan,
Phasso hetu, phasso paccayo saññākkhandhassa paññāpanāya.
Kontak adalah sebab, kontak adalah kondisi bagi munculnya kelompok persepsi,
Phasso hetu, phasso paccayo saṅkhārakkhandhassa paññāpanāya.
Kontak adalah sebab, kontak adalah kondisi bagi munculnya kelompok bentukan-bentukan kehendak.”
Nāmarūpaṁ kho, bhikkhu, hetu, nāmarūpaṁ paccayo viññāṇakkhandhassa paññāpanāyā”ti.
Nama dan bentuk, bhikkhu, adalah sebab, nama dan bentuk adalah kondisi bagi munculnya agregat kesadaran.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.