
Buddha
Guru yang membimbing para bhikkhu memahami pencapaian meditasi halus tanpa melekat padanya.
Khotbah tentang yang Kondusif bagi yang Tak Tergoyahkan

Buddha mengajarkan jalan menuju keadaan batin yang tidak tergoyahkan, termasuk pengembangan persepsi yang halus dan pelepasan terhadap landasan-landasan meditasi. Inilah Āneñjasappāya Sutta.

Guru yang membimbing para bhikkhu memahami pencapaian meditasi halus tanpa melekat padanya.
Pendengar yang diarahkan untuk memahami jalan menuju batin tidak tergoyahkan.
Wilayah Kuru yang sering menjadi latar ajaran mendalam tentang perhatian dan meditasi.
Bahkan pencapaian meditasi yang sangat halus tetap harus dilihat dengan kebijaksanaan agar tidak menjadi bentuk kemelekatan baru.
Buddha mengajarkan cara menggunakan persepsi untuk bergerak dari dunia indria menuju keadaan yang tidak tergoyahkan. Seorang praktisi merenungkan bahaya pada kenikmatan indria dan bentuk, lalu mengarahkan batin pada keadaan yang lebih tenang. Bahkan pencapaian tanpa bentuk seperti landasan ruang tanpa batas, kesadaran tanpa batas dan ketiadaan diperiksa sebagai sesuatu yang masih dapat dilekati. Pada setiap tingkat, latihan menuntut kemampuan melihat apa yang telah ditinggalkan dan apa yang masih tersisa. Uraian akhirnya menuju pelepasan yang tidak lagi bergantung pada pencapaian tertentu sebagai identitas atau tempat berpegang.
mn106:3.1 A noble disciple reflects on this:
mn106:3.2 ‘Sensual pleasures in this life and in lives to come,
mn106:3.3 sensual perceptions in this life and in lives to come;
mn106:3.4 both of these are Māra’s dominion, Māra’s domain, Māra’s lair, and Māra’s range.
mn106:3.5 They conduce to bad, unskillful notions such as desire, ill will, and aggression.
mn106:3.6 And they create an obstacle for a noble disciple training here.
mn106:3.7 Why don’t I meditate with an abundant, expansive heart, having mastered the world and stabilized the mind?
mn106:3.8 Then I will have no more bad, unskillful notions such as desire, ill will, and aggression.
mn106:3.9 And by giving them up my mind, no longer limited, will become limitless and well developed.’
mn106:3.10 Practicing in this way and meditating on it often their mind becomes confident in this dimension.
mn106:3.11 Being confident, they either attain the imperturbable now, or are freed by wisdom.
mn106:3.12 When their body breaks up, after death, it’s possible that that conducive consciousness will be reborn in the imperturbable.
mn106:3.13 This is said to be the first way of practice suitable for attaining the imperturbable.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.