
Buddha
Guru yang membimbing para bhikkhu memahami pencapaian meditasi halus tanpa melekat padanya.
Khotbah tentang yang Kondusif bagi yang Tak Tergoyahkan

Buddha mengajarkan jalan menuju keadaan batin yang tidak tergoyahkan, termasuk pengembangan persepsi yang halus dan pelepasan terhadap landasan-landasan meditasi. Inilah Āneñjasappāya Sutta.

Guru yang membimbing para bhikkhu memahami pencapaian meditasi halus tanpa melekat padanya.
Pendengar yang diarahkan untuk memahami jalan menuju batin tidak tergoyahkan.
Wilayah Kuru yang sering menjadi latar ajaran mendalam tentang perhatian dan meditasi.
Bahkan pencapaian meditasi yang sangat halus tetap harus dilihat dengan kebijaksanaan agar tidak menjadi bentuk kemelekatan baru.
Buddha mengajarkan cara menggunakan persepsi untuk bergerak dari dunia indria menuju keadaan yang tidak tergoyahkan. Seorang praktisi merenungkan bahaya pada kenikmatan indria dan bentuk, lalu mengarahkan batin pada keadaan yang lebih tenang. Bahkan pencapaian tanpa bentuk seperti landasan ruang tanpa batas, kesadaran tanpa batas dan ketiadaan diperiksa sebagai sesuatu yang masih dapat dilekati. Pada setiap tingkat, latihan menuntut kemampuan melihat apa yang telah ditinggalkan dan apa yang masih tersisa. Uraian akhirnya menuju pelepasan yang tidak lagi bergantung pada pencapaian tertentu sebagai identitas atau tempat berpegang.
mn106:13.1 “It’s incredible, sir, it’s amazing!
mn106:13.2 It seems the Buddha has explained to us how to cross over the flood by relying on one support or another.
mn106:13.3 But sir, what is noble liberation?”
mn106:13.4 “Ānanda, it’s when a noble disciple reflects like this:
mn106:13.5 ‘Sensual pleasures in this life and in lives to come,
mn106:13.6 sensual perceptions in this life and in lives to come,
mn106:13.7 visions in this life and in lives to come,
mn106:13.8 perceptions of visions in this life and in lives to come,
mn106:13.9 perceptions of the imperturbable, perceptions of the dimension of nothingness, perceptions of the dimension of neither perception nor non-perception;
mn106:13.10 that is substantial reality as far as substantial reality extends.
mn106:13.11 But this is freedom from death, namely the liberation of the mind by not grasping.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.