‹
MN 105

Sunakkhattasutta

Khotbah kepada Sunakkhatta

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

Ilustrasi pendamping Majjhima Nikāya MN 105, dengan Bunbun dan kucingnya sebagai saksi
KENALI DUNIA MN 105

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Buddha membahas kasus Sunakkhatta, yang meninggalkan latihan karena salah memahami capaian batin dan tanda-tanda luar. Sutta ini memperingatkan bahaya mengira pengalaman tertentu sebagai pembebasan penuh. Inilah Sunakkhatta Sutta.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang menjelaskan perbedaan antara pengalaman luar biasa dan pembebasan sejati.

TOKOH

Sunakkhatta

Seorang Licchavi yang pernah dekat dengan Buddha, lalu meninggalkan latihan karena pandangan dan harapan yang keliru.

TEMPAT

Vesālī

Kota Licchavi yang menjadi latar kisah Sunakkhatta.

GAGASAN

Capaian batin harus diuji dengan lenyapnya kemelekatan

Pengalaman halus, kekuatan, atau keyakinan pribadi belum berarti pembebasan bila nafsu, kebencian, dan delusi belum berakhir.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Buddha berbicara kepada Sunakkhatta tentang orang yang mengira dirinya telah mencapai pembebasan padahal batinnya masih dapat kembali tertarik pada hal-hal yang sebelumnya ditinggalkan. Melalui sejumlah perumpamaan—termasuk luka yang terkena racun dan harus dirawat sampai benar-benar sembuh—beliau menunjukkan bahaya menilai kemajuan terlalu cepat. Seseorang mungkin telah mengarahkan batin menjauh dari kenikmatan indria atau menuju keadaan meditasi yang tinggi, tetapi masih perlu memahami kecenderungan yang tersisa. Pembebasan yang aman bukan sekadar pengalaman luar biasa atau keyakinan bahwa tugas selesai, melainkan keadaan ketika sumber keterikatan telah dicabut dan tidak dapat tumbuh kembali.

mn105:9.1 Suppose a person had left their own village or town long ago,

mn105:9.2 and they saw another person who had only recently left there.

mn105:9.3 They would ask about whether their village was safe, with plenty of food and little disease,

mn105:9.4 and the other person would tell them the news.

mn105:9.6 Would that person want to listen to that other person? Would they actively listen and try to understand? Would they associate with that person, and find it rewarding?”

mn105:9.8 “In the same way, it’s possible that a certain individual may be intent on worldly pleasures of the flesh.

mn105:9.9 Such an individual engages in pertinent conversation, thinking and considering in line with that. They associate with that kind of person, and they find it rewarding.

mn105:9.10 But when talk connected with the imperturbable is going on they don’t want to listen. They don’t actively listen or try to understand. They don’t associate with that kind of person, and they don’t find it rewarding.

mn105:9.12 ‘That individual is intent on pleasures of the flesh, for they’re detached from things connected with the imperturbable.’

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.