‹
MN 104

Sāmagāmasutta

Khotbah di Sāmagāma

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

Ilustrasi pendamping Majjhima Nikāya MN 104, dengan Bunbun dan kucingnya sebagai saksi
KENALI DUNIA MN 104

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Setelah wafatnya Nigaṇṭha Nātaputta, para pengikutnya terpecah dan bertengkar. Ānanda menyampaikan kekhawatiran ini kepada Buddha, lalu Buddha menjelaskan sebab-sebab perselisihan dan cara menjaga keharmonisan komunitas. Inilah Sāmagāma Sutta.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang menjelaskan akar perpecahan dan jalan menjaga keharmonisan Sangha.

Ānanda
TOKOH

Ānanda

Murid setia yang menyampaikan kekhawatiran tentang perpecahan setelah wafatnya seorang pemimpin agama.

TOKOH

Nigaṇṭha Nātaputta

Pemimpin Jain yang wafatnya menjadi latar munculnya perpecahan di antara pengikutnya.

TEMPAT

Sāmagāma

Tempat percakapan tentang perpecahan dan keharmonisan ini berlangsung.

GAGASAN

Menjaga Dhamma dari perpecahan

Perselisihan bukan hanya soal perbedaan kata, tetapi soal sikap terhadap ajaran, disiplin, dan kerendahan hati dalam komunitas.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Ānanda kembali membicarakan kekacauan para pengikut Nigaṇṭha setelah kematian gurunya dan bertanya bagaimana Saṅgha akan bertahan setelah Buddha wafat. Buddha menekankan bahwa Dhamma telah diajarkan dengan lengkap dan para murid tidak bergantung pada pribadi guru sebagai pemilik ajaran. Percakapan kemudian mengulas sebab-sebab konflik, cara menanganinya, serta pentingnya tidak membiarkan perselisihan kecil berkembang menjadi perpecahan. Buddha juga membedakan kedekatan yang sehat dengan guru dari keterikatan pada guru, sehingga kelangsungan komunitas ditempatkan pada praktik Dhamma dan kedewasaan para murid.

mn104:19.1 Dan bagaimanakah, Ānanda, yang disebut putusan hukuman lebih berat?

mn104:19.2 Di sini, Ānanda, seorang bhikkhu menuduh bhikkhu lain atas pelanggaran berat seperti itu, baik yang mengakibatkan pengusiran maupun yang mendekati pengusiran:

mn104:19.3 ‘Apakah Yang Mulia mengingat telah melakukan pelanggaran berat seperti itu, yang mengakibatkan pengusiran atau yang mendekati pengusiran?’

mn104:19.5 ‘Tidak, teman, saya tidak mengingat telah melakukan pelanggaran berat seperti itu, yang mengakibatkan pengusiran atau yang mendekati pengusiran.’

mn104:19.6 Tetapi meskipun ia berusaha mengelak, bhikkhu itu terus mendesaknya:

mn104:19.7 ‘Coba, Yang Mulia, ketahuilah dengan baik apakah engkau mengingat telah melakukan pelanggaran berat seperti itu, yang mengakibatkan pengusiran atau yang mendekati pengusiran!’

mn104:19.9 ‘Tidak, teman, saya tidak mengingat telah melakukan pelanggaran berat seperti itu;

mn104:19.10 tetapi saya mengingat, teman, telah melakukan pelanggaran ringan seperti itu.’

mn104:19.11 Tetapi meskipun ia berusaha mengelak, bhikkhu itu terus mendesaknya:

mn104:19.12 ‘Coba, Yang Mulia, ketahuilah dengan baik apakah engkau mengingat telah melakukan pelanggaran berat seperti itu, yang mengakibatkan pengusiran atau yang mendekati pengusiran?’

mn104:19.14 ‘Sungguh, teman-teman, aku akan mengakui pelanggaran ringan ini meskipun tidak ditanya.

mn104:19.15 Apalagi jika aku melakukan pelanggaran berat seperti ini, baik yang termasuk pelanggaran pārājika maupun yang mendekati pārājika, masakan aku tidak mengakuinya ketika ditanya?’

mn104:19.17 ‘Saudara, jika engkau bahkan tidak mau mengakui pelanggaran ringan ini ketika ditanya, apalagi pelanggaran berat seperti itu—apakah engkau akan mengakui ketika ditanya tentang pelanggaran yang menyebabkan pengusiran atau yang mendekati pengusiran?’

mn104:19.18 ‘Hendaknya Yang Mulia benar-benar mengetahui dengan baik apakah engkau mengingat telah melakukan pelanggaran berat seperti itu, yang menyebabkan pengusiran atau yang mendekati pengusiran.’

mn104:19.20 ‘Sahabat, aku ingat telah melakukan pelanggaran berat semacam itu, baik yang mengakibatkan pengusiran maupun yang mendekati pengusiran.

mn104:19.21 Aku berkata terlalu tergesa-gesa ketika aku berkata

mn104:19.23 Demikianlah, Ānanda, terdapat hukuman tambahan. Dan demikianlah sebagian perkara disiplin diselesaikan, yaitu—

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.