
Buddha
Guru yang membedah pandangan-pandangan spekulatif tanpa terjebak di dalamnya.
Khotbah tentang Lima dan Tiga

Buddha menelaah berbagai pandangan spekulatif tentang diri, dunia, dan nasib setelah kematian. Ia menunjukkan bagaimana pandangan-pandangan itu dibangun dari pengalaman terbatas dan tetap belum membawa pada pembebasan. Inilah Pañcattaya Sutta.

Guru yang membedah pandangan-pandangan spekulatif tanpa terjebak di dalamnya.
Mewakili berbagai pandangan tentang diri, dunia, dan keadaan setelah kematian.
Kawasan tempat banyak ajaran Majjhima Nikāya dibabarkan kepada para bhikkhu.
Bahkan pandangan yang halus tentang masa depan atau keadaan batin tetap tidak sama dengan lenyapnya kemelekatan.
Buddha menguraikan berbagai pandangan spekulatif mengenai masa depan dan diri: sebagian membayangkan diri tetap memiliki persepsi setelah kematian, sebagian tanpa persepsi, sebagian bukan berpersepsi maupun tidak, sementara yang lain mengajarkan pemusnahan atau Nibbāna di sini dan sekarang melalui keadaan tertentu. Alih-alih hanya membantah satu per satu, Buddha menunjukkan kondisi pengalaman yang membuat pandangan-pandangan itu muncul dan bagaimana keterikatan dapat bertahan bahkan pada pencapaian meditasi yang sangat halus. Jalan keluar tidak ditemukan dengan memilih spekulasi yang paling menarik, tetapi dengan memahami bentukan sebagai tidak kekal dan bergerak menuju pelepasan.
mn102:2.1 “Mendicants, there are some ascetics and brahmins who speculate and theorize about the final end, and propose various hypotheses concerning the final end.
mn102:2.2 Some propose this: ‘The self is percipient and healthy after death.’
mn102:2.4 Some propose this: ‘The self is non-percipient and healthy after death.’
mn102:2.6 Some propose this: ‘The self is neither percipient nor non-percipient and healthy after death.’
mn102:2.8 But some assert the annihilation, eradication, and nonexistence of an existing being, while others propose extinguishment in this life.
mn102:2.9 Thus they assert an existent self that is healthy after death; or they assert the annihilation of an existing being; while some propose extinguishment in this life.
mn102:2.10 In this way five become three, and three become five.
mn102:2.11 This is the summary recital of the five and three.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.