
Buddha
Guru yang menjelaskan dasar pengetahuan-Nya melalui pengalaman langsung.
Khotbah kepada Saṅgārava
Brahmana Saṅgārava bertanya apakah para petapa mengaku mencapai pengetahuan karena tradisi, keyakinan, atau pengalaman langsung. Buddha menjelaskan tiga jenis guru dan menceritakan pencarian-Nya hingga menemukan pencerahan. Inilah Saṅgārava Sutta.

Guru yang menjelaskan dasar pengetahuan-Nya melalui pengalaman langsung.
Brahmana muda yang menguji sumber klaim pengetahuan para petapa.
Perempuan brahmana berbakti yang mendorong Saṅgārava menemui Buddha.
Desa tempat Buddha dan Saṅgārava berdialog.
Ajaran Buddha tidak hanya diwarisi atau dipercayai; ia berakar pada pencarian, latihan, dan realisasi langsung.
Brahmana Saṅgārava bertanya kepada Buddha tentang para petapa yang mengaku mencapai pengetahuan tinggi: apakah Buddha termasuk mereka yang hanya mengikuti tradisi, mereka yang memperoleh pengetahuan melalui keyakinan, atau mereka yang mengetahui sendiri. Buddha menjawab dengan menceritakan pencarian pribadinya. Ia meninggalkan kehidupan rumah tangga, belajar kepada Āḷāra Kālāma dan Uddaka Rāmaputta, lalu menjalani praktik keras yang tidak membawa tujuan. Setelah meninggalkan ekstrem tersebut, ia menemukan jalan meditasi yang menghasilkan tiga pengetahuan dan pencerahan. Dengan demikian klaim Buddha tidak didasarkan pada kitab turun-temurun atau kepercayaan kepada orang lain, tetapi pada pengalaman langsung.
mn100:17.1 Then it occurred to me,
mn100:17.2 ‘Why don’t I, with teeth clenched and tongue pressed against the roof of my mouth, squeeze, squash, and scorch mind with mind?’
mn100:17.3 So that’s what I did,
mn100:17.4 until sweat ran from my armpits.
mn100:17.5 It was like when a strong man grabs a weaker man by the head or throat or shoulder and squeezes, squashes, and crushes them.
mn100:17.6 In the same way, with teeth clenched and tongue pressed against the roof of my mouth, I squeezed, squashed, and crushed mind with mind until sweat ran from my armpits.
mn100:17.7 My energy was roused up and unflagging, and my mindfulness was established and lucid, but my body was disturbed, not tranquil, because I’d pushed too hard with that painful striving.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.