Yo andhakāramhi timīsikāyaṁ,
Siapa yang dalam kegelapan pekat, pada saat gelap gulita,
Pīṭhavagga
Kisah ini mengajak kita merenungkan bahwa kebaikan sederhana, seperti menyalakan pelita di kegelapan, tidak pernah sia-sia. Mari kita baca dengan hati terbuka, dan lihat bagaimana satu tindakan kecil bisa membawa cahaya yang luar biasa.
Seorang devatī dengan keindahan luar biasa ditanya oleh Yang Mulia Moggallāna tentang jasa apa yang membawanya ke alam surgawi. Ia menjawab bahwa pada kehidupan lampau sebagai manusia, ia pernah mempersembahkan pelita di tengah kegelapan pekat. Berkat perbuatan sederhana itu, ia terlahir di istana dewa yang bercahaya, dikelilingi bunga melati dan teratai putih.
Yo andhakāramhi timīsikāyaṁ,
Siapa yang dalam kegelapan pekat, pada saat gelap gulita,
Padīpakālamhi dadāti dīpaṁ;
memberikan pelita pada saat waktu pelita,
Upapajjati jotirasaṁ vimānaṁ,
ia terlahir di istana dewa yang bersinar terang,
Pahūtamalyaṁ bahupuṇḍarīkaṁ.
penuh dengan bunga melati dan banyak bunga teratai putih.