Pucchāmi taṁ devi mahānubhāve,
Aku bertanya kepadamu, devī yang maha berkah,
Pīṭhavagga
Kisah ini mengajak kita merenungkan bahwa kebaikan sederhana, seperti menyalakan pelita di kegelapan, tidak pernah sia-sia. Mari kita baca dengan hati terbuka, dan lihat bagaimana satu tindakan kecil bisa membawa cahaya yang luar biasa.
Seorang devatī dengan keindahan luar biasa ditanya oleh Yang Mulia Moggallāna tentang jasa apa yang membawanya ke alam surgawi. Ia menjawab bahwa pada kehidupan lampau sebagai manusia, ia pernah mempersembahkan pelita di tengah kegelapan pekat. Berkat perbuatan sederhana itu, ia terlahir di istana dewa yang bercahaya, dikelilingi bunga melati dan teratai putih.
Pucchāmi taṁ devi mahānubhāve,
Aku bertanya kepadamu, devī yang maha berkah,
Manussabhūtā kimakāsi puññaṁ;
Ketika menjadi manusia, kebajikan apakah yang engkau lakukan;
Kenāsi evaṁ jalitānubhāvā,
Dengan apakah engkau demikian bersinar penuh berkah,
Vaṇṇo ca te sabbadisā pabhāsatī”ti.
dan keindahanmu menerangi segala penjuru?”