“Uccamidaṁ maṇithūṇaṁ vimānaṁ,
“Tinggi istana permata ini,
Sunikkhittavagga
Kisah ini mengajak kita merenungkan bahwa tindakan sederhana yang dilakukan dengan niat baik tidak pernah sia-sia. Mari kita baca dengan hati terbuka, dan lihat bagaimana sebuah bunga yang diletakkan dengan penuh penghormatan bisa membawa kebahagiaan yang tak terduga.
Seorang deva (makhluk surgawi) yang tinggal di istana permata yang megah ditanya oleh Moggallāna tentang kebajikan apa yang ia lakukan saat menjadi manusia. Deva itu menjawab bahwa ia telah meletakkan dengan baik sebuah karangan bunga yang sebelumnya diletakkan sembarangan di stupa Buddha. Berkat perbuatan sederhana itu, ia terlahir di alam surga dengan kenikmatan dan keagungan yang luar biasa.
“Uccamidaṁ maṇithūṇaṁ vimānaṁ,
“Tinggi istana permata ini,
Samantato dvādasa yojanāni;
Di sekelilingnya dua belas yojana;
Kūṭāgārā sattasatā uḷārā,
Tujuh ratus rumah beratap runcing yang megah,
Veḷuriyathambhā rucakatthatā subhā.
Bertiang batu mulia, beratap indah berkilau.