“Ahaṁ bhadante ahuvāsi pubbe,
“Yang Mulia, dahulu aku pernah menjadi
Bab Sunikkhitta
Kisah ini mengajak kita merenungkan bahwa kebaikan tidak selalu harus berupa pemberian materi; menginspirasi orang lain untuk berbuat baik juga merupakan jasa yang luar biasa. Mari kita baca dengan hati terbuka, dan lihat bagaimana satu tindakan sederhana bisa membawa kebahagiaan yang tak terduga.
Seorang deva (makhluk surgawi) yang bersinar di vimana beraneka warna ditanya oleh dewa lain tentang kebajikan yang membawanya ke alam surga. Ia menjawab bahwa di kehidupan lampau ia adalah siswa awam dari Buddha Sumedha, yang telah parinibbana. Meskipun ia tidak memiliki apa pun untuk dipersembahkan, ia mengajak orang lain untuk menghormati relik Sang Buddha di stupa, dan karena perbuatan baik itu ia menikmati kebahagiaan surgawi yang tak pernah habis.
“Ahaṁ bhadante ahuvāsi pubbe,
“Yang Mulia, dahulu aku pernah menjadi
Sumedhanāmassa jinassa sāvako;
seorang siswa Sang Jina bernama Sumedha;
Puthujjano ananubodhohamasmi,
aku adalah seorang duniawi yang belum memahami,
So satta vassāni paribbajissahaṁ.
maka aku akan menjalani kehidupan pertapaan selama tujuh tahun.