Samassamo natthi kuto panuttaro,
Tidak ada yang setara denganmu, apalagi lebih unggul,
Bab Sunikkhitta
Kisah ini mengajak kita merenungkan bahwa kebaikan tidak selalu harus berupa pemberian materi; menginspirasi orang lain untuk berbuat baik juga merupakan jasa yang luar biasa. Mari kita baca dengan hati terbuka, dan lihat bagaimana satu tindakan sederhana bisa membawa kebahagiaan yang tak terduga.
Seorang deva (makhluk surgawi) yang bersinar di vimana beraneka warna ditanya oleh dewa lain tentang kebajikan yang membawanya ke alam surga. Ia menjawab bahwa di kehidupan lampau ia adalah siswa awam dari Buddha Sumedha, yang telah parinibbana. Meskipun ia tidak memiliki apa pun untuk dipersembahkan, ia mengajak orang lain untuk menghormati relik Sang Buddha di stupa, dan karena perbuatan baik itu ia menikmati kebahagiaan surgawi yang tak pernah habis.
Samassamo natthi kuto panuttaro,
Tidak ada yang setara denganmu, apalagi lebih unggul,
Yasena puññena ca iddhiyā ca;
dalam keagungan, jasa, dan kekuatan batin.
Sabbe ca devā tidasagaṇā samecca,
Dan semua dewa yang tergabung dalam kelompok Tiga Puluh Tiga,
Taṁ taṁ namassanti sasiṁva devā;
Mereka semua menghormatimu bagaikan para dewa menghormati rembulan;
Imā ca te accharāyo samantato,
Dan bidadari-bidadari surgawimu ini dari segala penjuru,
Naccanti gāyanti pamodayanti.
Menari, bernyanyi, dan bersukacita.