Tattha gandhañca mālañca,
Di sana wewangian dan bunga,
Bab Sunikkhitta
Kisah ini mengajak kita merenungkan bagaimana perbuatan baik, sekecil apa pun, dapat membawa hasil yang luar biasa. Mari kita simak percakapan antara dua dewa ini dan renungkan makna di balik kemegahan istana surgawi.
Seorang dewa yang bersinar di istana emasnya ditanya oleh seorang deva lain tentang perbuatan baik yang membawanya ke alam surga. Dewa itu menjawab bahwa ia membangun vihara untuk Buddha di Andhakavinda dengan tangannya sendiri dan penuh keyakinan, serta mempersembahkan wewangian, bunga, dan kebutuhan lainnya. Sebagai buah karma itu, ia menikmati kemegahan istana dan kebahagiaan di hutan Nandana.
Tattha gandhañca mālañca,
Di sana wewangian dan bunga,
paccayañca vilepanaṁ;
kebutuhan dan salep wangi;
Vihāraṁ satthu adāsiṁ,
Vihara itu kupersembahkan kepada Sang Guru,
vippasannena cetasā;
dengan pikiran yang sangat jernih;
Tena mayhaṁ idaṁ laddhaṁ,
Karena itu aku memperoleh ini,
vasaṁ vattemi nandane.
aku berkuasa di Nandana.