Deviddhipattosi mahānubhāvo,
Engkau telah mencapai kekuatan dewa, bermahkota agung,
Sunikkhittavagga
Kisah ini mengajak kita merenungkan bahwa kebajikan tidak selalu membutuhkan kekayaan atau status, melainkan ketulusan hati dan tanggung jawab terhadap orang tua serta kebaikan moral. Mari kita baca dengan tenang dan biarkan pesannya menyentuh hati.
Seorang deva (makhluk surgawi) yang tinggal di vimāna (istana surgawi) bernama Nandana ditanya oleh sesama deva tentang kebajikan apa yang ia lakukan semasa menjadi manusia. Ia menjawab bahwa meskipun miskin dan menjadi pekerja, ia merawat orang tuanya yang sudah tua, bergaul dengan orang-orang bermoral, dan dengan tulus memberikan dana makanan dan minuman. Berkat perbuatan itulah ia memperoleh keindahan dan keagungan surgawi.
Deviddhipattosi mahānubhāvo,
Engkau telah mencapai kekuatan dewa, bermahkota agung,
Manussabhūto kimakāsi puññaṁ;
Sebagai manusia, kebajikan apa yang telah engkau lakukan?
Kenāsi evaṁ jalitānubhāvo,
Dengan apakah engkau menjadi demikian bersinar keagunganmu,
Vaṇṇo ca te sabbadisā pabhāsatī”ti.
Dan cahayamu menerangi segala penjuru?”