“Yathā vanaṁ cittalataṁ pabhāsati,
Seperti taman Cittalatā yang bersinar,
Babak Sunikkhitta
Kisah ini mengajak kita merenungkan bahwa kebaikan tidak selalu membutuhkan kekayaan atau status. Bahkan dalam keterbatasan, tindakan sederhana yang dilandasi kejujuran dan kasih dapat membawa kebahagiaan yang melampaui kehidupan ini.
Seorang deva (makhluk surgawi) yang berdiam di vimāna bernama Cittalatā ditanya oleh sesama dewa tentang kebajikan apa yang ia lakukan saat menjadi manusia. Ia menjawab bahwa meskipun miskin dan menjadi pekerja upahan, ia merawat orang tuanya yang lanjut usia, bergaul dengan orang-orang bermoral, dan dengan tulus memberikan makanan serta minuman sebagai dana. Berkat perbuatan itulah ia memperoleh keindahan dan keagungan surgawi.
“Yathā vanaṁ cittalataṁ pabhāsati,
Seperti taman Cittalatā yang bersinar,
Uyyānaseṭṭhaṁ tidasānamuttamaṁ;
Taman terbaik di antara taman-taman para dewa Tiga Puluh Tiga;
Tathūpamaṁ tuyhamidaṁ vimānaṁ,
Demikian pula vimāna ini milikmu,
Obhāsayaṁ tiṭṭhati antalikkhe.
Bercahaya, berdiri di angkasa.