Tasmā hi phalaṁ alameva dātuṁ,
Oleh karena itu, sungguh layak memberi buah,
Bab Pāyāsi
Kisah ini mengajak kita merenungkan kekuatan dari pemberian yang sederhana namun dilakukan dengan hati yang tulus. Mari kita simak bagaimana sebuah tindakan kecil dapat membawa kebahagiaan yang tak terduga, dan renungkan bagaimana kita pun dapat mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Seorang devaputta (makhluk surgawi) ditanya oleh Yang Maha Petapa tentang kebajikan yang membawanya ke alam surga. Ia menjawab bahwa ia pernah memberikan empat buah dengan pikiran yang jernih kepada para petapa yang lurus. Sebagai hasilnya, ia menikmati istana permata yang megah, dikelilingi bidadari surgawi, dan bersinar dengan keagungan.
Tasmā hi phalaṁ alameva dātuṁ,
Oleh karena itu, sungguh layak memberi buah,
Niccaṁ manussena sukhatthikena;
Selalu oleh manusia yang menginginkan kebahagiaan;
Dibbāni vā patthayatā sukhāni,
Baik yang mengharapkan kebahagiaan surgawi,
Manussasobhaggatamicchatā vā.
Maupun yang menginginkan keunggulan di antara manusia.