Yadā ca gītāni ca vāditāni ca,
Dan ketika nyanyian serta alunan musik,
Mahārathavagga
Bacaan ini mengajak kita merenungkan bagaimana perbuatan baik yang tampak sederhana, seperti memberi dengan tulus, dapat membawa kebahagiaan yang tak terduga. Nikmati syair-syairnya yang indah, dan biarkan kisah ini mengingatkan kita akan pentingnya berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari.
Seorang deva (makhluk surgawi) yang menikmati kemegahan istana surgawi berupa kereta besar yang ditarik seribu kuda, dihiasi permata, dan diiringi para bidadari, ditanya oleh Yang Mulia Moggallāna tentang perbuatan baik yang membawanya ke alam bahagia itu. Deva tersebut menjawab bahwa di kehidupan lampau sebagai manusia, ia pernah melihat Buddha Kassapa dan dengan penuh keyakinan mempersembahkan makanan, minuman, dan jubah kepada Beliau. Berkat persembahan yang dilakukan dengan pikiran tidak melekat itu, ia terlahir di alam dewa dan menikmati kebahagiaan yang melimpah.
Yadā ca gītāni ca vāditāni ca,
Dan ketika nyanyian serta alunan musik,
Naccāni cimāni samenti ekato;
Dan tarian-tarian ini bersatu bersama;
Athettha naccanti athettha accharā,
Maka di situlah mereka menari, di situlah para bidadari,
Obhāsayantī ubhato varitthiyo.
Menerangi kedua sisi, para wanita pilihan.