Aññā suveṇī susu missakesiyo,
Yang lain berambut keemasan, cantik, dengan mata yang indah,
Mahārathavagga
Bacaan ini mengajak kita merenungkan bagaimana perbuatan baik yang tampak sederhana, seperti memberi dengan tulus, dapat membawa kebahagiaan yang tak terduga. Nikmati syair-syairnya yang indah, dan biarkan kisah ini mengingatkan kita akan pentingnya berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari.
Seorang deva (makhluk surgawi) yang menikmati kemegahan istana surgawi berupa kereta besar yang ditarik seribu kuda, dihiasi permata, dan diiringi para bidadari, ditanya oleh Yang Mulia Moggallāna tentang perbuatan baik yang membawanya ke alam bahagia itu. Deva tersebut menjawab bahwa di kehidupan lampau sebagai manusia, ia pernah melihat Buddha Kassapa dan dengan penuh keyakinan mempersembahkan makanan, minuman, dan jubah kepada Beliau. Berkat persembahan yang dilakukan dengan pikiran tidak melekat itu, ia terlahir di alam dewa dan menikmati kebahagiaan yang melimpah.
Aññā suveṇī susu missakesiyo,
Yang lain berambut keemasan, cantik, dengan mata yang indah,
Samaṁ vibhattāhi pabhassarāhi ca;
Bersinar cemerlang, serasi dengan pakaian mereka yang berkilau;
Anubbatā tā tava mānase ratā,
Mereka mengabdi kepadamu, bersuka dalam batinmu,
Rathe ṭhitā pañjalikā upaṭṭhitā.
Berdiri di atas kereta, dengan tangan bersikap añjali, mereka menghadap.