Sīsañcidaṁ veḷuriyassa nimmitaṁ,
Bagian atasnya terbuat dari vaidurya,
Mahārathavagga
Teks ini mengisahkan pertemuan yang mengubah hidup antara seorang pangeran pemburu dan seorang bhikkhu. Mari kita simak bagaimana nasihat sederhana tentang kebaikan dan kesadaran akan kematian membawa perubahan besar, hingga berbuah kebahagiaan surgawi.
Seorang pangeran bernama Sujāta, yang sedang berburu di hutan, bertemu dengan seorang bhikkhu. Sang bhikkhu mengajarinya tentang moralitas dan mengingatkan bahwa kematiannya sudah dekat. Sujāta kemudian berlindung pada Buddha, Dhamma, dan Saṅgha, serta bertekad menjalankan sila. Setelah meninggal, ia terlahir kembali di alam dewa dan menceritakan bagaimana ia memperoleh kereta surgawi yang megah.
Sīsañcidaṁ veḷuriyassa nimmitaṁ,
Bagian atasnya terbuat dari vaidurya,
Yugañcidaṁ lohitakāya cittitaṁ;
Dan kuknya dihiasi dengan batu rubi;
Yuttā suvaṇṇassa ca rūpiyassa ca,
Dihubungkan dengan emas dan perak,
Sobhanti assā ca ime manojavā.
Kuda-kuda ini tampak indah, secepat pikiran.