“Katamaṁ svāhaṁ janapadaṁ gantvā,
“Setelah pergi ke negeri manakah aku,
Mahārathavagga
Teks ini mengisahkan pertemuan yang mengubah hidup antara seorang pangeran pemburu dan seorang bhikkhu. Mari kita simak bagaimana nasihat sederhana tentang kebaikan dan kesadaran akan kematian membawa perubahan besar, hingga berbuah kebahagiaan surgawi.
Seorang pangeran bernama Sujāta, yang sedang berburu di hutan, bertemu dengan seorang bhikkhu. Sang bhikkhu mengajarinya tentang moralitas dan mengingatkan bahwa kematiannya sudah dekat. Sujāta kemudian berlindung pada Buddha, Dhamma, dan Saṅgha, serta bertekad menjalankan sila. Setelah meninggal, ia terlahir kembali di alam dewa dan menceritakan bagaimana ia memperoleh kereta surgawi yang megah.
“Katamaṁ svāhaṁ janapadaṁ gantvā,
“Setelah pergi ke negeri manakah aku,
Kiṁ kammaṁ kiñca porisaṁ;
Perbuatan apakah, dan keperkasaan apakah,
Kāya vā pana vijjāya,
atau pengetahuan apakah yang manakah,
Bhaveyyaṁ ajarāmaro”ti.
yang dengannya aku dapat menjadi tidak tua dan tidak mati?”