“Idāni bhante imameva gāmaṁ,
“Sekarang, Bhante, ke desa ini juga,
Mañjiṭṭhakavagga
Kisah ini mengajak kita merenungkan betapa sederhananya sebuah kebaikan bisa membawa kebahagiaan besar. Mari kita simak bagaimana sebuah pemberian kecil, dilakukan dengan tulus, dapat mengubah takdir seseorang.
Seorang dewi yang bersinar terang ditanya oleh seorang bhikkhu tentang perbuatan baik yang membawanya ke alam dewa. Dewi itu menjelaskan bahwa ia pernah memberikan sepotong tebu kepada bhikkhu tersebut saat ia masih menjadi manusia, meskipun kemudian dimarahi dan dipukul oleh ibu mertuanya. Akibat perbuatan baik itu, ia terlahir di alam dewa dan menikmati kebahagiaan surgawi.
“Idāni bhante imameva gāmaṁ,
“Sekarang, Bhante, ke desa ini juga,
Piṇḍāya amhāka gharaṁ upāgami;
Untuk menerima dana makanan, engkau datang ke rumah kami;
Tato te ucchussa adāsi khaṇḍikaṁ,
Kemudian kuberikan sepotong tebu kepadanya,
Pasannacittā atulāya pītiyā.
Dengan hati yang jernih dan sukacita yang tak terbandingkan.