Kena tetādiso vaṇṇo,
Dengan apakah keindahan demikian,
Bab Mañjiṭṭhaka
Kisah ini mengajak kita merenungkan bahwa kebaikan sekecil apa pun, bila dilakukan dengan hati tulus, tidak akan sia-sia. Mari kita simak bagaimana sebuah persembahan sederhana membawa kebahagiaan besar di alam surga.
Seorang dewata perempuan yang bersinar terang ditanya oleh Yang Mulia Moggallāna tentang asal-usul keindahannya. Ia menjawab bahwa di kehidupan lampau, di Bārāṇasī, ia mempersembahkan bubur kering tanpa garam kepada Buddha dengan tangan sendiri dan hati yang tenang. Berkat perbuatan sederhana itu, ia terlahir di istana surgawi yang indah dan bahagia.