Tuyhañca idha pattāya,
Dan bagimu yang telah mencapai keadaan ini,
Bab Pāricchattaka
Kisah ini mengajak kita merenungkan bagaimana perbuatan sederhana yang dilakukan dengan keyakinan dan kejernihan hati dapat membawa dampak besar. Mari kita simak percakapan antara dewi dan raja para dewa ini untuk memahami hukum karma dan pentingnya hidup bermoral.
Seorang dewi bernama Visālakkhī, yang tinggal di taman Cittalatā di alam surga, ditanya oleh raja para dewa tentang perbuatan baik yang membawanya ke sana. Ia menjelaskan bahwa di kehidupan sebelumnya ia adalah seorang upasika bernama Sunandā di Rājagaha, yang tekun menjalankan moralitas, berbagi, dan mempersembahkan bunga di stupa Buddha Gotama. Berkat perbuatan-perbuatan itu, ia memperoleh keindahan, kekuatan batin, dan kelahiran surgawi, serta berharap suatu saat mencapai tingkat kesucian sakadāgāmī.
Tuyhañca idha pattāya,
Dan bagimu yang telah mencapai keadaan ini,
uyyāne vicarantiyā;
saat berjalan di taman;
Kāye na dissatī cittaṁ,
pada tubuh tidak terlihat keindahan,
kena rūpaṁ tavedisaṁ;
dengan apakah rupamu menjadi demikian;
Devate pucchitācikkha,
Wahai dewi, ditanya, jelaskanlah,
kissa kammassidaṁ phalan”ti.
buah dari perbuatan apakah ini?”