Pañcettha nāriyo āgamaṁsu nhāyituṁ,
Lima wanita ini datang untuk mandi,
Pāricchattakavagga
Kisah ini mengajak kita merenungkan bagaimana sikap sehari-hari, terutama dalam hubungan rumah tangga, dapat membawa dampak besar bagi kehidupan sekarang dan mendatang. Mari simak percakapan para dewi ini dengan hati terbuka, dan lihat apa yang bisa kita petik untuk kehidupan kita sendiri.
Lima dewi yang mandi di sungai suci saling bertanya tentang asal-usul kebajikan mereka. Latā menjelaskan bahwa di kehidupan lampau ia menjadi menantu yang patuh, tanpa marah, tekun ber-Uposatha, dan menyenangkan suami serta mertua. Berkat perbuatan itu, ia memperoleh umur panjang, kecantikan, kebahagiaan, dan kekuatan di alam dewa. Para dewi lain pun sepakat untuk menjalankan kewajiban yang sama terhadap suami mereka.
Pañcettha nāriyo āgamaṁsu nhāyituṁ,
Lima wanita ini datang untuk mandi,
Sītodakaṁ uppaliniṁ sivaṁ nadiṁ;
Di sungai yang sejuk, suci, penuh bunga teratai biru;
Tā tattha nhāyitvā rametvā devatā,
Setelah mandi dan bergembira di sana, para dewi,
Naccitvā gāyitvā sutā lataṁ bravi.
Menari dan bernyanyi, Sutā berkata kepada Latā: