Sassu ca pacchā anuyuñjate mamaṁ,
Namun kemudian ibu mertuaku menanyai aku,
Pāricchattakavagga
Kisah ini mengajak kita merenungkan betapa sederhananya sebuah kebaikan bisa membawa dampak luar biasa. Mari kita baca dengan hati terbuka, dan lihat bagaimana sebuah pemberian kecil bisa mengubah takdir seseorang.
Seorang dewi yang bersinar menerangi bumi dan para dewa ditanya oleh seorang bhikkhu tentang perbuatan baik yang membawanya ke alam bahagia. Dewi itu menjelaskan bahwa ia pernah memberikan sepotong tebu kepada bhikkhu tersebut dengan pikiran jernih, meskipun kemudian dimarahi dan dipukul oleh ibu mertuanya hingga meninggal. Berkat pemberian sederhana itu, ia terlahir kembali sebagai dewi yang menikmati kenikmatan surgawi.
Sassu ca pacchā anuyuñjate mamaṁ,
Namun kemudian ibu mertuaku menanyai aku,
Kahaṁ nu ucchuṁ vadhuke avākiri;
'Di manakah tebu itu, menantu, yang telah engkau buang?'
Na chaḍḍitaṁ no pana khāditaṁ mayā,
'Tidak kubuang, dan tidak juga kumakan,
Santassa bhikkhussa sayaṁ adāsahaṁ.
kepada seorang bhikkhu yang damai, aku sendiri memberikannya.'