Tuvañca bhante anukampakaṁ viduṁ,
Dan engkau, Bhante, yang kuketahui penuh belas kasih,
Pāricchattakavagga
Kisah ini mengajak kita merenungkan betapa sederhananya sebuah kebaikan bisa membawa dampak luar biasa. Mari kita baca dengan hati terbuka, dan lihat bagaimana sebuah pemberian kecil bisa mengubah takdir seseorang.
Seorang dewi yang bersinar menerangi bumi dan para dewa ditanya oleh seorang bhikkhu tentang perbuatan baik yang membawanya ke alam bahagia. Dewi itu menjelaskan bahwa ia pernah memberikan sepotong tebu kepada bhikkhu tersebut dengan pikiran jernih, meskipun kemudian dimarahi dan dipukul oleh ibu mertuanya hingga meninggal. Berkat pemberian sederhana itu, ia terlahir kembali sebagai dewi yang menikmati kenikmatan surgawi.
Tuvañca bhante anukampakaṁ viduṁ,
Dan engkau, Bhante, yang kuketahui penuh belas kasih,
Upecca vandiṁ kusalañca pucchisaṁ;
Kuhampiri dan bersujud, menanyakan hal yang bermanfaat;
Tato te ucchussa adāsi khaṇḍikaṁ,
Kemudian kuberikan kepadamu sepotong tebu,
Pasannacittā atulāya pītiyā”ti.
Dengan pikiran yang jernih dan sukacita yang tak terbandingkan.”