Uposathāvimānaṁ sattamaṁ.
Vimāna Uposatha, yang ketujuh.
Cittalatāvagga
Kisah ini mengajak kita merenungkan bagaimana kebajikan sehari-hari, seperti berbagi dan menjaga moralitas, membawa hasil yang nyata. Namun, ada juga pesan tentang pentingnya tidak berpuas diri dengan pencapaian duniawi, melainkan mengarahkan hati pada kebijaksanaan yang lebih dalam. Mari kita simak dialognya dengan tenang dan terbuka.
Seorang devatā bernama Uposathā, yang dulunya adalah seorang upāsikā di Sāketa, menceritakan bagaimana ia mencapai kelahiran surgawi melalui praktik moralitas, kebajikan berbagi, dan menjalankan uposatha. Ia mengakui bahwa meskipun ia tidak sepenuhnya mengikuti ajaran Buddha, ia tetap terlahir di alam Nandana, namun kini menyesal karena tidak mengarahkan pikirannya pada tujuan yang lebih tinggi. Dialog diakhiri dengan penegasan bahwa ia telah mencapai tingkat Sotāpanna dan tidak akan lagi terlahir di alam rendah.
Uposathāvimānaṁ sattamaṁ.
Vimāna Uposatha, yang ketujuh.