“Ahaṁ manussesu manussabhūtā,
"Ketika aku hidup di antara manusia sebagai manusia,
Bab Pīṭha
Kisah ini mengajak kita merenungkan bagaimana perbuatan sederhana sehari-hari, seperti menjaga moral dan berdana dengan tulus, dapat membawa kebahagiaan yang luar biasa. Mari kita baca dengan hati terbuka, dan biarkan cerita ini menginspirasi kita untuk berbuat baik dalam kehidupan kita sendiri.
Seorang dewi yang bersemayam di vimāna yang indah ditanya oleh Yang Mulia Moggallāna tentang kebajikan yang membawanya ke alam surgawi. Dewi itu menjelaskan bahwa semasa hidupnya sebagai manusia, ia adalah seorang upasika yang menjalankan sila, menghindari pembunuhan, pencurian, minuman keras, dan kebohongan, serta merasa puas dengan suaminya sendiri. Ia juga memberikan dana makanan dan minuman dengan pikiran jernih dan penuh hormat. Berkat perbuatan baik inilah ia memperoleh keindahan, kekayaan, dan kekuatan batin di alam dewa.
“Ahaṁ manussesu manussabhūtā,
"Ketika aku hidup di antara manusia sebagai manusia,
Upāsikā cakkhumato ahosiṁ;
aku adalah seorang upasika dari Yang Memiliki Penglihatan.
Pāṇātipātā viratā ahosiṁ,
Aku menghindari pembunuhan makhluk hidup,
Loke adinnaṁ parivajjayissaṁ.
Di dunia ini aku menjauhi apa yang tidak diberikan.