“Yassa siyā sabbadā sati,
“Seseorang yang senantiasa memiliki kesadaran,
“Their mindfulness would always
Kaccāna
“Yassa siyā sabbadā sati,
“Seseorang yang senantiasa memiliki kesadaran,
“Their mindfulness would always
Satataṁ kāyagatā upaṭṭhitā;
yang terus-menerus menegakkan perhatian pada tubuh:
be established in the body, constant:
No cassa no ca me siyā,
‘Semoga tidak ada, dan semoga bukan milikku,
‘It might not be, and it might not be mine,
Na bhavissati na ca me bhavissati;
tidak akan ada, dan tidak akan menjadi milikku.’
It will not be, and it will not be mine.’
Anupubbavihāri tattha so,
Dengan bermeditasi secara bertahap pada hal itu,
Meditating stage by stage on that,
Kāleneva tare visattikan”ti.
pada waktunya ia akan menyeberangi kemelekatan.”
in time they’d cross over clinging.”
Aṭṭhamaṁ.
Yang kedelapan.