Evaṁ me sutaṁ—
Demikianlah yang kudengar:
So I have heard.
Khotbah tentang Pelacur
Evaṁ me sutaṁ—
Demikianlah yang kudengar:
So I have heard.
ekaṁ samayaṁ bhagavā rājagahe viharati veḷuvane kalandakanivāpe.
Pada suatu ketika, Sang Bhagavā sedang menetap di Rājagaha, di Hutan Bambu, tempat pemberian makan para tupai.
At one time the Buddha was staying near Rājagaha in the Bamboo Grove, the squirrels’ feeding ground.
Tena kho pana samayena rājagahe dve pūgā aññatarissā gaṇikāya sārattā honti paṭibaddhacittā;
Pada saat itu, di Rājagaha, dua kelompok orang sangat tergila-gila dan terpikat hatinya pada seorang pelacur tertentu.
Now at that time two gangs were both hopelessly in love with a certain courtesan.
bhaṇḍanajātā kalahajātā vivādāpannā aññamaññaṁ pāṇīhipi upakkamanti, leḍḍūhipi upakkamanti, daṇḍehipi upakkamanti, satthehipi upakkamanti.
Mereka bertengkar, berkelahi, dan berselisih, saling menyerang dengan tinju, batu, tongkat, dan pedang.
Fighting, quarreling, and disputing, they attacked each other with fists, stones, rods, and swords,
Te tattha maraṇampi nigacchanti maraṇamattampi dukkhaṁ.
Di sana mereka mengalami kematian dan penderitaan yang mendekati kematian.
resulting in death and deadly pain.