Saṁvāsena kho, mahārāja, sīlaṁ veditabbaṁ. Tañca kho dīghena addhunā na ittaraṁ, manasikarotā no amanasikarotā, paññavatā no duppaññena.
Melalui hidup bersama, Baginda, moralitas seseorang dapat diketahui. Namun hal itu hanya setelah waktu yang lama, bukan sebentar; hanya dengan memperhatikan, bukan dengan lalai; dan hanya oleh orang bijaksana, bukan oleh orang bodoh.
You can get to know a person’s ethics by living with them. But only after a long time, not casually; only when attentive, not when inattentive; and only by the wise, not the witless.
Saṁvohārena kho, mahārāja, soceyyaṁ veditabbaṁ. Tañca kho dīghena addhunā na ittaraṁ, manasikarotā no amanasikarotā, paññavatā no duppaññena.
Melalui pergaulan, Baginda, kemurnian seseorang dapat diketahui. Namun hal itu hanya setelah waktu yang lama, bukan sebentar; hanya dengan memperhatikan, bukan dengan lalai; dan hanya oleh orang bijaksana, bukan oleh orang bodoh.
You can get to know a person’s purity by dealing with them. …
Āpadāsu kho, mahārāja, thāmo veditabbo. So ca kho dīghena addhunā na ittaraṁ, manasikarotā no amanasikarotā, paññavatā no duppaññena.
Dalam masa-masa kesulitan, Baginda, ketahanan seseorang dapat diketahui. Namun hal itu hanya setelah waktu yang lama, bukan sebentar; hanya dengan memperhatikan, bukan dengan lalai; dan hanya oleh orang bijaksana, bukan oleh orang bodoh.
You can get to know a person’s resilience in times of trouble. …
Sākacchāya kho, mahārāja, paññā veditabbā. Sā ca kho dīghena addhunā na ittaraṁ, manasikarotā no amanasikarotā, paññavatā no duppaññenā”ti.
Melalui diskusi, Baginda, kebijaksanaan seseorang dapat diketahui. Namun hal itu hanya setelah waktu yang lama, bukan sebentar; hanya dengan memperhatikan, bukan dengan lalai; dan hanya oleh orang bijaksana, bukan oleh orang bodoh.”
You can get to know a person’s wisdom by discussion. But only after a long time, not casually; only when attentive, not when inattentive; and only by the wise, not the witless.”