“Baik, Yang Mulia,” kata Yang Mulia Soṇa. Setelah menyambut dan menyetujui perkataan Yang Mulia Mahākaccāna, ia bangkit dari duduknya, memberi hormat kepada Yang Mulia Mahākaccāna, berjalan mengelilinginya searah jarum jam dengan menghadap ke kanan, merapikan tempat tinggalnya, lalu mengambil mangkuk dan jubahnya, berangkat menuju Sāvatthī.
Saying, “Yes, sir,” Soṇa welcomed and agreed with Mahākaccāna’s words. He rose from his seat, bowed, and respectfully circled Mahākaccāna, keeping him on his right. Then he set his lodgings in order and, taking his bowl and robe, set out for Sāvatthī.
Dengan berjalan berkeliling secara bertahap, ia tiba di Sāvatthī, di Hutan Jeta, taman Anāthapiṇḍika. Ia mendatangi Bhagavā, memberi hormat, lalu duduk di satu sisi.
Eventually he came to Sāvatthī and Jeta’s Grove. He went up to the Buddha, bowed, and sat down to one side.
“Guru saya, Bhante, Yang Mulia Mahākaccāna bersujud dengan kepalanya di kaki Bhagavā, menanyakan apakah Bhagavā sehat, bebas dari penyakit, ringan badan, kuat, dan hidup dengan nyaman,” demikianlah.
“Sir, my mentor Venerable Mahākaccāna bows with his head to your feet. He asks if you are healthy and well, nimble, strong, and living comfortably.”