ud5.3:11.1 “Pada suatu masa dahulu, para bhikkhu, Suppabuddha yang menderita kusta adalah putra seorang bendahara di Rājagaha ini juga.
ud5.3:11.2 Ketika dalam perjalanan menuju taman, ia melihat Tagarasikhī, seorang Paccekabuddha, sedang memasuki kota untuk menerima dana makanan.
ud5.3:11.3 Setelah melihatnya, ia berpikir,
ud5.3:11.4 “Siapakah penderita kusta ini yang berkeliaran dengan jubah penderita kusta?”
ud5.3:11.5 Setelah meludah dan membalikkan badan ke kiri, ia pun pergi.
ud5.3:11.6 Akibat buah perbuatannya itu, ia terbakar di neraka selama bertahun-tahun, selama beratus-ratus tahun, beribu-ribu tahun, beratus-ratus ribu tahun.
ud5.3:11.7 Dan sebagai sisa akibat dari perbuatan yang sama itu, ia menjadi penderita kusta di Rājagaha ini juga, seorang yang miskin, melarat, dan menyedihkan.
ud5.3:11.8 Akan tetapi, berkat keyakinan pada Dhamma dan Vinaya yang dinyatakan oleh Sang Tathāgata, ia menjalankan moralitas, pembelajaran, kedermawanan, dan kebijaksanaan.
ud5.3:11.9 Setelah menjalankan hal-hal ini, ketika tubuhnya hancur, setelah kematian, ia terlahir kembali di alam yang baik, alam surga, dalam kebersamaan dengan para dewa Tāvatiṁsa.
ud5.3:11.10 Di sana ia melampaui para dewa lainnya dalam keindahan dan kemuliaan.”