ud4.9:1.1 Demikianlah yang kudengar:
ud4.9:1.2 Pada suatu ketika, Sang Bhagavā sedang menetap di Rājagaha, di Hutan Bambu, tempat pemberian makan tupai.
ud4.9:1.3 Kemudian, ketika Yang Mulia Upasena, putra Vaṅgantā, sedang berada dalam keheningan dan kesunyian, muncul dalam pikirannya renungan ini:
ud4.9:1.4 “Sungguh suatu keuntungan bagiku, sungguh suatu perolehan yang baik bagiku,
ud4.9:1.5 bahwa Guruku adalah Sang Bhagavā, Yang Layak, Yang Tercerahkan Sempurna;
ud4.9:1.6 bahwa aku telah meninggalkan kehidupan berumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah dalam Dhamma dan Vinaya yang diajarkan dengan baik;
ud4.9:1.7 bahwa teman-teman seperjalanan suci ku memiliki moralitas yang baik dan sifat yang luhur;
ud4.9:1.8 dan bahwa aku telah memenuhi sila-sila.”
ud4.9:1.9 Pikiranku terpusat dengan baik dan tenang;
ud4.9:1.10 aku adalah seorang yang telah sempurna, yang telah mengakhiri kekotoran batin;
ud4.9:1.11 aku memiliki kekuatan batin yang besar dan keagungan yang luar biasa.
ud4.9:1.12 Hidupku telah baik, dan kematianku pun akan baik.”