Dutiyampi kho so yakkho taṁ yakkhaṁ etadavoca:
Untuk kedua kalinya, yakkha yang pertama berkata kepada yakkha yang lain:
For a second time the first spirit said to the other,
Khotbah tentang Pukulan Yakkha
Dutiyampi kho so yakkho taṁ yakkhaṁ etadavoca:
Untuk kedua kalinya, yakkha yang pertama berkata kepada yakkha yang lain:
For a second time the first spirit said to the other,
“paṭibhāti maṁ, samma, imassa samaṇassa sīse pahāraṁ dātun”ti.
“Aku merasa terinspirasi untuk memberikan pukulan di kepala petapa ini!”
“I feel inspired to give this ascetic a blow on the head!”
Dutiyampi kho so yakkho taṁ yakkhaṁ etadavoca:
Untuk kedua kalinya, yakkha yang lain menjawab:
For a second time, the other spirit replied,
“alaṁ, samma, mā samaṇaṁ āsādesi.
“Cukup, jangan menyerang petapa itu!
“Enough, don’t hit the ascetic!
Uḷāro so, samma, samaṇo mahiddhiko mahānubhāvo”ti.
Petapa itu mulia, sahabatku, memiliki kekuatan batin yang besar dan keagungan yang luar biasa!”
That is an eminent ascetic, powerful and mighty!”
Tatiyampi kho so yakkho taṁ yakkhaṁ etadavoca:
Untuk ketiga kalinya, yakkha yang pertama berkata kepada yakkha yang lain:
For a third time the first spirit said to the other,
“paṭibhāti maṁ, samma, imassa samaṇassa sīse pahāraṁ dātun”ti.
“Aku merasa terinspirasi untuk memberikan pukulan di kepala petapa ini!”
“I feel inspired to give this ascetic a blow on the head!”
Tatiyampi kho so yakkho taṁ yakkhaṁ etadavoca:
Untuk ketiga kalinya, yakkha yang lain itu berkata kepada yakkha tersebut:
For a third time, the other spirit replied,
“alaṁ, samma, mā samaṇaṁ āsādesi.
“Cukup, sobat, janganlah engkau menyerang petapa itu.
“Enough, don’t hit the ascetic!
Uḷāro so, samma, samaṇo mahiddhiko mahānubhāvo”ti.
Petapa itu mulia, sobat, memiliki kekuatan batin yang besar dan keagungan yang luar biasa.”
That is an eminent ascetic, powerful and mighty!”