Kemudian Sang Bhagavā, setelah merapikan jubah-Nya di pagi hari, membawa mangkuk dan jubah-Nya, bersama dengan para bhikkhu, pergi menuju rumah penggembala itu. Setibanya di sana, Beliau duduk di tempat yang telah disiapkan.
The Buddha robed up, took his bowl and robe and, together with the Saṅgha of monks, went to the house of that cowherd, where he sat down on the prepared seat in the dining hall.
Atha kho so gopālako buddhappamukhaṁ bhikkhusaṅghaṁ appodakapāyāsena navena ca sappinā sahatthā santappesi sampavāresi.
Kemudian penggembala itu dengan tangannya sendiri melayani dan memuaskan Saṅgha para bhikkhu yang dipimpin oleh Sang Buddha dengan bubur susu kental dan ghee segar.
Then the cowherd served and satisfied the mendicant Saṅgha headed by the Buddha with his own hands with a thick milk-rice and fresh ghee.
Sang Bhagavā kemudian mengajari, mendorong, membangkitkan semangat, dan menggembirakan penggembala itu dengan khotbah Dhamma, setelah itu Beliau bangkit dari duduk-Nya dan pergi.
The Buddha then educated, encouraged, fired up, and inspired him with a teaching, after which he got up and left.