Atha kho āyasmā sāriputto taṁ dārakaṁ etadavoca:
Kemudian Yang Mulia Sāriputta berkata kepada anak itu:
Then Sāriputta said to the boy,
Suppavāsā Sutta
Atha kho āyasmā sāriputto taṁ dārakaṁ etadavoca:
Kemudian Yang Mulia Sāriputta berkata kepada anak itu:
Then Sāriputta said to the boy,
“kacci te, dāraka, khamanīyaṁ, kacci yāpanīyaṁ, kacci na kiñci dukkhan”ti?
“Apakah engkau sehat, anakku? Apakah engkau baik-baik saja? Apakah engkau tidak merasakan sakit?”
“I hope you’re keeping well, little boy, I hope you’re all right. I hope you are not in pain.”
“Kuto me, bhante sāriputta, khamanīyaṁ, kuto yāpanīyaṁ.
“Bagaimana mungkin saya sehat, Bhante Sāriputta? Bagaimana mungkin saya bisa bertahan?
“How could I be keeping well? How could I be getting by?
Satta me vassāni lohitakumbhiyaṁ vutthānī”ti.
Sebab selama tujuh tahun saya tinggal di dalam kuali darah.”
For seven years I lived in a pot of blood.”