Evaṁ me sutaṁ—
Demikianlah yang kudengar:
So I have heard.
Penghormatan
Evaṁ me sutaṁ—
Demikianlah yang kudengar:
So I have heard.
ekaṁ samayaṁ bhagavā sāvatthiyaṁ viharati jetavane anāthapiṇḍikassa ārāme.
Pada suatu ketika, Sang Bhagavā sedang menetap di Sāvatthī, di Hutan Jeta, taman Anāthapiṇḍika.
At one time the Buddha was staying near Sāvatthī in Jeta’s Grove, Anāthapiṇḍika’s monastery.
Tena kho pana samayena bhagavā sakkato hoti garukato mānito pūjito apacito, lābhī cīvarapiṇḍapātasenāsanagilānapaccayabhesajjaparikkhārānaṁ.
Pada saat itu, Sang Bhagavā dihormati, dihargai, dimuliakan, dipuja, dan dijunjung tinggi. Beliau menerima jubah, makanan dana, tempat tinggal, serta obat-obatan dan perlengkapan bagi yang sakit.
Now at that time the Buddha was honored, respected, revered, venerated, and esteemed. And he received robes, almsfood, lodgings, and medicines and supplies for the sick.
Bhikkhusaṅghopi sakkato hoti garukato mānito pūjito apacito, lābhī cīvarapiṇḍapātasenāsanagilānapaccayabhesajjaparikkhārānaṁ.
Dan Saṅgha para bhikkhu juga dihormati, dihargai, dimuliakan, dipuja, dan dijunjung tinggi, serta memperoleh jubah, makanan dana, tempat tinggal, dan obat-obatan serta perlengkapan bagi yang sakit.
And the mendicant Saṅgha was also honored, respected, revered, venerated, and esteemed. And they received robes, almsfood, lodgings, and medicines and supplies for the sick.
Aññatitthiyā pana paribbājakā asakkatā honti agarukatā amānitā apūjitā anapacitā, na lābhino cīvarapiṇḍapātasenāsanagilānapaccayabhesajjaparikkhārānaṁ.
Akan tetapi, para pengembara penganut ajaran lain tidak dihormati, tidak dihargai, tidak dimuliakan, tidak dipuja, dan tidak dijunjung tinggi, serta tidak memperoleh jubah, makanan dana, tempat tinggal, dan obat-obatan serta perlengkapan bagi yang sakit.
But the wanderers who followed other religions were not honored, respected, revered, venerated, and esteemed. And they didn’t receive robes, almsfood, lodgings, and medicines and supplies for the sick.
Atha kho te aññatitthiyā paribbājakā bhagavato sakkāraṁ asahamānā bhikkhusaṅghassa ca, gāme ca araññe ca bhikkhū disvā asabbhāhi pharusāhi vācāhi akkosanti paribhāsanti rosenti vihesenti.
Kemudian para pengembara penganut agama lain itu, yang tidak tahan melihat penghormatan yang diterima oleh Sang Bhagavā dan Saṅgha para bhikkhu, ketika melihat para bhikkhu di desa maupun di hutan, mencaci, menyerang, mengganggu, dan menyusahkan mereka dengan kata-kata yang kasar dan tidak pantas.
Then those wanderers who followed other religions, unable to bear the esteem of the mendicant Saṅgha, abused, attacked, harassed, and troubled the mendicants in the village and the wilderness.